Minimalisasi Sampah di Sekolah Dengan Konsep 3 AH

Oleh : Agus Salim (Jurnalis GEMA)

Masalah sampah disekolah, terutama sampah plastik, jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi masalah besar. Perlu upaya masif dan struktural untuk mengatasi permasalahan sampah di sekolah. Penanganan sampah harus di mulai dari sumber (hulu) hingga ke hilir dan melibatkan seluruh warga sekolah.

Dengan konsep 3 AH insyaa Allah sampah di sekolah bisa di minimalisir. Apa itu konsep 3 AH?. Konsep 3 AH adalah kepanjangan dari cegAh, pilAH dan olAH.

AH yang pertama adalah cegAH. Para siswa, guru, karyawan dan orang tua harus dicegah membawa sampah plastik ke sekolah dengan cara memasukkan makanan yang akan dibawa ke sekolah kedalam wadah makanan dan membawa ecobotol untuk minuman. Pastikan tidak membawa plastik kemasan sekali pakai ke sekolah.

AH yang kedua adalah pilAH. Para siswa, guru, karyawan dan orang tua harus memilah sampah organik dan non organik dengan cara memasukkan sampah yang dihasilkan ke tong sampah sesuai kriteria organik (sisa makanan) dan non organik (plastik dan sejenisnya).

AH yang ketiga adalah olAH. Para siswa, guru, karyawan dan orang tua harus bekerja sama secara berkala mengelola sampah organik menjadi pupuk dan sampah non organik (plastik dan sejenisnya) menjadi benda benda yang bernilai ekonomi dan seni.

Ayo kita minimalisir penggunaan plastik dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai, gunakan botol minum dan wadah makanan ramah lingkungan.

KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI YANG PEDULI.
KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI? KINI SAATNYA SELAMATKAN SEKOLAH DARI SAMPAH (PLASTIK).

 

Program Pengabdian Masyarakat (PPM)

Santri SMA IT Ruhul Jadid Mengabdikan Diri Kepada Masyarakat

Program Pengabdian Masyarakat (PPM) adalah salah satu program unggulan dari penerapan kurikulum pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Dengan kegiatan ini diharapkan para santri dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang dimiliki kepada masyarakat.

PPM dilaksanakan pada tanggal 18-23 Desember 2017 di Perum Graha Cibadak Tigaraksa. Kegiatan ini dilakukan oleh santri kelas XII yang berjumlah 9 orang, waktu pelaksanaan bertepatan dengan libur semester ganjil. Adapun kegiatan yang mereka lakukan yaitu mengajar anak-anak usia PAUD sampai remaja. Sebelum pelaksanaan, mereka menyusun proposal dan program-program kegiatan serta pengumpulan dana secara mandiri, guru hanya mendampingi dan membimbing.

Kegiatan yang diketuai oleh Dian Pebriyani ini sukses dilaksanakan dari awal sampai akhir. Selain mendapatkan kesan baik dari warga Graha Cibadak, seluruh peserta PPM juga mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa setelah ilmu yang mereka peroleh di sekolah diaplikasikan di masyarakat.

Adapun kendala yang dihadapi di sana mereka jadikan motivasi untuk lebih giat belajar dan membuka wawasan baru mengenai lingkungan masyarakat.

Pramuka Akhwat Membawa 3 Piala

Minggu, 29 Oktober 2017 Tim pramuka SMP Islam Iqro mengadakan perlombaan pramuka tingkat penggalang dan siaga. SMPIT Ruhul Jadid Boarding School mengirimkan peserta yang sudah diseleksi dan diamanahkan oleh sekolah dengan jumlah 46 peserta dalam 2 regu. Perlombaan yang diadakan yaitu pos LKBB Paskibra, semaphore, ragam sandi, pionering, pengetahuan umum dan pengetahuan Pramuka (PUPK). Saat perlombaan penonton ada yang kurang mendukung karena terkejut melihat penampilan Tim Pramuka SMPIT Ruhul Jadid Boarding School yang berbeda dari peserta lainnya, tetapi disisi lain ada penonton yang kagum dengan penampilan Tim Pramuka SMPIT Ruhul Jadid Boarding School karena menunjukkan identitas seorang santri dan memenuhi syarat berjilbab. Bahkan, ada yang mengajak foto bersama.

Alhamdulillah dengan kerja keras tim Pramuka SMPIT Ruhul Jadid Boarding School berlatih selama satu bulan dapat meraih hasil yang cukup memuaskan. Hasil yang diraih yaitu juara 1 LKBB (Paskibra) terfavorit, juara harapan 2 regu terbaik, juara 3 semaphore dan morse. Hasil tidak pernah mengkhianati proses itu yang diajarkan para guru kepada para santri.

Ratusan Santri Aksi Bela Palestina

Minggu, 17 Desember 2017 pada pukul 06.00 WIB peserta aksi berangkat dari Tangerang menuju Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Palestina di kawasan Monas. Ruhul Jadid menjadi salah satu pesantren yang menyuarakan kebebasan untuk warga Palestina.

Pesantren mengirimkan sekitar lima bus, dengan sejumlah 200 santri sekaligus guru-guru yang akan digunakan untuk membawa peserta aksi unjuk rasa menentang pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Santri dan para asatidz sebelum berangkat melakukan shalat tahajud bersama pada pukul 03.00 untuk mendoakan para muslim yang tertindas di negara-negara Islam

Agenda Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA. 2017-2018

Pendaftaran

Mulai Tanggal 1 Desember 2017 – 31 Maret 2018

Senin – Jumat Pukul : 08.00 – 15 WIB

Sabtu – Ahad Pukul   : 08.00 – 17.00 WIB

Tes Seleksi Masuk

Tes Masuk & Wawancara

  • Gelombang Pertama    : Ahad, 4 Februari 2018, Pukul : 07.30 – 12.00
  • Gelombang Kedua        : Ahad, 1 April 2018, Pukul 07.30 – 12.00

Pengumuman

  • Gelombang Pertama    : 9 Februari 2018, Pukul : 09.00
  • Gelombang Kedua        : 6 April 2018, Pukul : 09.00

Daftar Ulang

  • Gelombang Pertama    : 9 – 18 Februari 2018, Pukul : 08.00 – 15.00
  • Gelombang Kedua        : 6 – 15 April 2018, Pukul : 08.00 – 15.00

Syarat Mengikuti Tes

  • Telah membayar uang pendaftaran dan tes
  • Menyerahkan pas foto berwarna 3 x 4 =4 lembar background merah (putri mengenakan kerudung putih)
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Surat keterangan kelakuan baik dari sekolah asal
  • Mengisi formulir pendaftaran

Materi Tes

  • Tes Tulis : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA
  • Tes Baca Al Quran dan Wawancara

Biaya

Santri Akhwat Nobar Duka Sedalam Cinta

Ecoplaza, Tangerang – Dalam rangka merayakan Hari Sumpah Pemuda, Santri SIT Ruhul Jadid mengikuti kegiatan nonton bareng film Duka Sedalam Cinta yang diadakan oleh Yayasan Semut. Dalam acara tersebut, hadir Masaji Wijayanto pemeran Yudhi dalam film Duka Sedalam Cinta sebagai bintang tamu.

Film ini adalah sekuel dari film sebelumnya, Ketika Mas Gagah Pergi. Film Duka Sedalam Cinta ini menceritakan tentang perjalanan Gagah (Hamas Syahid) ke Maluku Utara untuk melakukan penelitian. Namun, saat sedang berjalan-jalan Gagah mengalami kecelakaan. Ia ditolong oleh  Kyai Ghufron (Salim A. Fillah) dan tinggal di pesantren milik kyai tersebut. Selama berada di sana Gagah belajar banyak tentang Islam.

Sekembalinya dari Maluku Utara, perubahan Gagah membuat Mama (Wulan Guritno) heran, sedang adiknya yang tomboy, Gita (Aquino Umar), salah paham. Gita marah dan tidak bisa menerima perubahan Gagah.  Suatu ketika Gita bertemu Yudi (Masaji Wijayanto), pemuda tampan misterius yang membuatnya simpati.  Gita juga berkenalan dengan Nadia (Izzah Ajrina) yang baru kembali dari Amerika, dan Ibu Nadia (Asma Nadia).

Gagah berusaha untuk terus  berbaikan dengan Gita. Mencari cara agar adiknya ini mau menerima apa yang telah ia pilih. Gagah yang menjadi relawan Rumah Cinta untuk pendidikan anak dhuafa di pinggiran Jakarta, bersama 3 preman insyaf (Epi Kusnandar, Abdur, M. Bagya) menyiapkan sebuah rencana yang bisa mengubah segalanya. Namun sesuatu terjadi, membuat Gagah, Gita, Yudi dan Nadia bertemu dalam jalinan takdir yang membawa mereka pada duka sedalam cinta, dan sebuah pertemuan tak terduga di Halmahera Selatan.

Ending yang tidak terduga membuat beberapa penonton menitikan air mata. Film yang menceritakan kegigihan dan keteguhan dalam mencari hidayah ini menggugah banyak penonton. Sinematografi yang sangat indah juga menjadi hal yang banyak di perbincangkan penonton setelah film selesai.

Dari film ini, kita dapat mengambil banyak sekali hikmah. Bukan hanya dari cerita film tersebut, tapi juga dari perjalanan pembuatan film tersebut sampai muncul di layar bioskop. Begitu banyak film dakwah yang bermunculan, namun sedikit sekali yang mendapat apresiasi baik dari dunia perfilman.

Sebagai pemuda, yang pasti akan melanjutkan peradaban, kita harus mampu bersaing dalam kehidupan milenial ini. Dari Bunda Helvy, kita dapat belajar, bahwa menebar kebaikan juga perlu mendapatkan upgrade, bagaimana kita mencari cara kreatif agar dakwah semakin mudah di terima oleh banyak kalangan.

Jadi apa ide kreatifmu untuk berdakwah?

Perayaan Maulid Nabi SAW

Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW

Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW

Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW Ini adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAWIni adalah contoh program Perayaan Maulid Nabi SAW

Bakti Sosial Santri Kepada Masjid

Selasa 9 Januari 2018 seluruh santri mengikuti bakti sosial , yang akan diarahkan ke berbagai masjid di sekitar tigaraksa untuk mempermudah asatid dan asatidzah dalam mengarahkan, maka di bagi kelompok yang dianggotakan kelas 7, 8, dan 9.
Masjid yang di tuju yaitu: Hidayatul Anwar, Nurul Ulum, At-Taqwa, Ar-Raudah , An-Nur , dan Al-Abror, ketika sudah sampai di masjid tujuan, semua para santri di arahkan untuk membersihkan masjid, dan sekitarnya , setelah membersihkan masjid dan di lanjutkan sholat ashar, serta membagikan snack lalu penyerahan alat-alat kebersihan untuk masjid tersebut. kegiatan ini bertujuan agar santri peduli terhadap lingkungan sekitar terutama masjid yang berdekatan dengan pesantren.

Pendidikan Kedisiplinan Bersama TNI AD

Guna meningkatkan kedisiplinan dan ketangkasan di kalangan santri, serta mengajarkan ketegasan, maka pada tanggal 9 Januari 2017 Komandan Rayon Militer (KORAMIL) TNI Angkatan Darat Tigaraksa, Serka Yayan Sopian menjadi inspentur upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan Latihan Mental Siswa (Lamensa) kepada 190 santri SMPIT di lapangan utama Ruhul jadid.

Kegiatan dilaksanakan setengah hari, dari jam 08.00-12.00 WIB. Santri diajarkan PBB serta bagaimana menjadi santri yang tangguh, dan tidak cengeng. Saat makan siang tiba santri dididik cara makan yang teratur, rapi dan disiplin. Santri begitu semangat dan antusias menjalani setiap sesi latihan.

× Assalamu'alaikum