Haflatul Wada dan Wisuda Qur’an 2021/2022

SIT Ruhul Jadid Bertabur Mahkota Syurga Saat Wisuda Santri


Tigaraksa, Ruhul Jadid (18/6) – SIT Ruhul Jadid melaksanakan protokoler kelulusan para santri yang diberi nama Haflatul Wada dan Wisuda Qur’an di Aula Masjid Agung Al Amjad Pemda Kabupaten Tangerang.


Sabtu (18/6/2022) pukul 06.00 WIB Aula Masjid Agung Al Amjad sudah dibanjiri para peserta wisuda dan wisudawati. Turut hadir tentunya para pendamping wisudawan dalam acara Haflatul Wada dan Wisuda Qur’an Tahun Ajaran 2021/2022.

Sesaat sebelum acara inti dilaksanakan,  seluruh calon wisudawan Haflatul Wada dan Wisuda Qur’an serta para pimpinan Pondok Pesantren Al Qur’an Terpadu Ruhul Jadid yang hadir diantaranya para pembina yayasan, ketua yayasan, pimpinan yayasan, dan bidang SDM turut pula masing-masing kepala unit. SDIT, SMPIT, dan SMAIT Ruhul Jadid.  Turut mengikuti kirab dari lobi parkir menuju bagian dalam aula masjid. 

Acara kirab dilaksanakan sesuai dengan protokoler susunan acara yang  disampaikan oleh Asep Sofyan, S.Pd dan Sinse Rahma, S.Ag. selaku pembawa acara Haflatul Wada dan Wisuda Qur’an .
Diawali dari calon wisudawan SMP ikhwan disusul oleh wisudawan/wati SDIT dan diikuti wisudawati SMP akhwat dan wisudawati SMA. Selanjutnya diiringi oleh para pimpinan pondok, bidang SDM, manajemen, dan kepala unit memasuki ruang aula prosesi wisuda.





Tahun ini SIT Ruhul Jadid meluluskan total 186 santri dan santriwati. Terdiri dari  40 santri SD, 91 santri SMP (34 ikhwan/57 akhwat), dan 25 santriwati SMA.

Selain mewisuda para santri yang lulus kelas VI, IX, dan XII ditambah pula para santri yang telah menyelesaikan Tahfidzul Qur’an. Ditambah hasil ujian para santri Ruhul Jadid yang telah menyelesaikan hasil studi ilmiah dan penelitian. Hasil dari studi tersebut dibentuk dalam suatu Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai bagian dari syarat kelulusan. KTI yang telah dibuat secara tertulis wajib dipertanggungjawabkan kelayakannya, baik secara teoritis, kesesuaian fakta di lapangan, dan manfaat yang berdaya guna serta berhasil guna. Dari hasil survey maupun penelitian tersebut dihadapkan kepada penguji ahli dan guru bidang studi.  Alhasil sebanyak 91 judul telah dicetak oleh santri dan santriwati SMP sebagai hasil karya personal dan sebanyak 4 judul yang  dikaryakan oleh santriwati SMA secara kelompok.








Prosesi Haflatul Wada dan Wisuda Qur’an selanjutnya dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Ruhul Jadid serta sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Al Qur’an Terpadu Ruhul Jadid Taupik Rahmat, SHI Al Hafidz.

Dalam pidato sambutannya beliau berpesan khususnya kepada para santri calon wisudawan agar tetap menjaga shalat lima waktu. “Bagi santri dan santriwati yang akan meninggalkan asrama, jaga shalat kalian dimana saja kalian belajar dan menuntut ilmu, maka Allah akan menjaga kalian. Tunaikan kewajiban-kewajiban Nya, maka Allah akan menunaikan keinginan, harapan, cita-cita kalian. Perbaiki ibadah-ibadah kalian, maka Allah perbaiki segala bentuk keburukan kalian. Di pondok ini kalian dididik, dibina, diajarkan kebaikan, maka ajaklah orang lain untuk berbuat kebaikan. Sabar dalam melakukan kebaikan adalah kunci dari apa yang kalian cita-citakan. Jadilah duta kebaikan yang berprestasi. Perpisahan kita di sini insya Allah akan sampai berjumpa di syurga yang penuh dengan kenikmatan.”



Tepuk tangan gemuruh menyambut akhir dari pimpinan pondok yang lanjutkan dengan pengalungan medali kelulusan kepada seluruh santri.











Terkhusus tahun ini kepada para santri yang tahfidz (SD) dan tahfidz 10 hingga 30 juz (SMP dan SMA) mengikuti wisuda Qur’an SD sebanyak 14 santri, SMP ikhwan tiga santri dan akhwat juga tiga santri, serta empat santriwati SMA. Dengan total 10 santri yang telah menyelesaikan tahfidz 30 juz dan berhak mendapatkan syahadah.




Ada momen khusus untuk hafidz hafidzah. Selain menerima syahadah Tahfidzul Qur’an juga mendapat beasiswa sebesar satu juta rupiah dari pondok.




Suasana menjadi hening sejenak sambil teriring rangkaian kalimat sujud syukur, dan rasa haru baik dari santri dan wali santri khususnya yang berhasil khatam 30 juz begitu pula dengan para wali asrama dan guru Qur’an yang membina dan mengarahkan serta membimbing para santri melalui program kelas Haqqu Tilawatil Qur’an (Hati-qu).




Tak terbendung derai butiran bening dari kelopak mata santri dan wali santri hafidz hafidzah yang diperkenankan bersanding di panggung untuk menerima untaian mahkota di kepala sang bunda dari ananda tercinta atas jerih payah dalam menyokong pendidikan putra putrinya. Suasana haru berkaca-kaca hingga menitikkan air mata. Hanya hati yang membatu bila tak berlinang atau  berderai hingga para wali asrama dan para sahabat pun menundukkan kepala. Apalagi mereka  yang bersentuhan langsung dengan rasa haus lapar di saat puasa sunah, rasa kantuk yang menempel di saat ba’da shalat subuh, dan rasa penat yang luar biasa selepas shalat dzuhur masih terbayang dan terngiang atas pengorbanan para pejuang penghafal Al Qur’an yang tak kenal letih dan kini tunai sudah tugas dan janji mereka.





Hingga akhir rangkaian acara suasana dapat berlangsung dengan khidmat. Ketertiban dan kebersamaan antara pihak sekolah/pondok dengan wali santri berakhir dengan penuh kesantunan dan rasa syukur serta rangkaian ungkapan saling mendoakan. (info RJ/SPN).



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum