Halal Bihalal ala SDIT Ruhul Jadid Mengguncang Masjid Maryam 


Tigaraksa, SDIT Ruhul Jadid (17/5) – SDIT Ruhul Jadid menyemangati nuansa selepas libur puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H dengan menggelar halal bihalal di Masjid Maryam.

Suasana ceria dan sorak sorai santri dan santriwati SDIT Ruhul Jadid kelas I hingga kelas VI memecah suasana keheningan saat menuju Masjid Maryam. Suasana ceria juga disambut dengan sapaan dan senyum kerinduan dari para ustadz dan ustadzah.
Selasa (17/5/2022) tepat pukul 07.30 rangkaian acara segera digelar di dalam Masjid Maryam. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Unit SDIT Ruhul Jadid Ustadzah Ani Mulyani, S.Pd dan di dampingi oleh para ustadz dan ustadzah yang sudah memposisikan diri sesuai tugasnya masing-masing.
Ada kekhususan dalam acara ini. Rangkaian acara dimulai dengan penuh rasa gembira namun tidak mengurangi adab para santri di dalam masjid. Acara dimulai dengan melaksanakan Shalat Dhuha berjamaah, pembacaan Al ma’surat dan dilanjutkan dengan mengingatkan, nasihat, dan arahan kepada para santri tentang adab-adab sebelum masuk masjid, saat masuk dan keluar masjid, di dalam masjid, rangkaian Shalat Dhuha, dzikir, dan doa serta adab saat makan dan minum.

Disisi lain beberapa santri yang belum berwudhu dipersilakan berwudhu terlebih dahulu yang ditemani oleh Ustadz Habib Hisbullah, M.Pd. Beliau mengingatkan tentang tata cara berwudhu dan doa sebelum serta sesudah berwudhu sebagai evaluasi praktis setelah liburan hari raya selama ini.
Setelah arahan dari pimpinan unit SDIT Ruhul Jadid selesai, acara dilanjutkan dengan saling memaafkan antar ustadz/ah dengan para santri. Kembali keriuhan meramaikan suasana saling bermaafan. Dimulai dari santri Ikhwan ber-ular menghampiri silih berganti dan dilanjutkan oleh santri akhwat.

Suasana halal bihalal sepertinya tak lengkap tanpa hidangan. Hidangan sederhana pun sudah dipersiapkan oleh para santri. Masing-masing membawa camilan kue lebaran. Aneka bentuk, rasa, aroma kue dihidangkan. Warna warni keceriaan dan kebersamaan tergambar pada aroma wajah para santri. Suka cita menjadi taburan nuansa keindahan pada acara tersebut.





Besar harapan semoga kiranya bapak ibu, ayah bunda, dan  umi abi pun berkenan berjabat erat dengan kami untuk menjadikan ananda tercinta menggapai sebagai hamba Allah yang bertaqwa.
Taqqoballahu minnaa wa minkumShiyamana wa shiyamakumMinal ‘aidin wal faidzin. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum