Santriwati SMAIT Ruhul Jadid Membakar Semangat Warga Perumahan Daru

Tigaraksa, SMAIT Ruhul Jadid (8/6) – Keceriaan dan semangat santriwati SMAIT Ruhul Jadid mewarnai Program Pengabdian Masyarakat (PPM) diakhir tahun ajaran ini.

 
Lebih kurang dua tahun kegiatan PPM SMAIT Ruhul Jadid terhenti disebabkan pandemi. Program khusus ini kembali dimulai selama sepekan Kamis – Kamis (2-9/6/2022) di Desa Daru. Tepatnya di Perusahaan Daru Estate dan Perumahan Daru Permai.
 
Program Pengabdian Masyarakat ini diperuntukkan khusus bagi santriwati SMAIT kelas XII sebagai penilaian tersendiri atas aplikasi langsung di masyarakat dari ilmu yang telah diperoleh saat di pondok.
 
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh warga perumahan yang diterima langsung ketua warga setempat  dari masing-masing perumahan atas bimbingan langsung dari Amanah Khikmawati, S.Pd (Kepala Unit SMAIT) dan Resa Ola Lolita, S.Pd (Guru bidang studi).
 

 
Realisasi dari PPM dibuktikan dengan  
kegiatan diantaranya melanjutkan kegiatan belajar membaca Al Qur’an di masjid, TPA/TPQ, dan tahsin ibu-ibu. Luar biasanya santriwati juga diberi kesempatan untuk mengajar di sekolah berkebutuhan khusus (SKh).
 

 
Secara global PPM mempunyai tujuan diantaranya untuk belajar bersinergi dengan masyarakat sekitar. “Secara pribadi individu santriwati  sudah punya pengalaman hidup bermasyarakat di rumah tetapi yang membedakan adalah tidak ikut berperan aktif saat mereka berada di lingkungan rumahnya”, jelas Suraya, S.Pd selaku Ketua PPM SMAIT Ruhul Jadid.
 
Saat berinteraksi aktif di masyarakat, santriwati tidak sepenuhnya didampingi oleh para pembimbing. Diutamakan santriwati harus belajar untuk dapat menjalani, menangani, melayani, dan memberikan solusi bila ada suatu permasalahan di lapangan. Disisi lain, santriwati juga harus mampu survive di dalam melayani kebutuhan pribadi. Baik secara individu maupun kelompok. Dengan berbekal pendanaan yang sudah diperhitungkan untuk memenuhi pangan selama PPM.
 
Dengan harapan dari PPM ini para santriwati dapat belajar dengan lebih baik dalam menghadapi dan menyesuaikan segala model, karakteristik, adat budaya, ataupun norma-norma yang berlaku di suatu tempat tertentu.
 

Meminjam kata bijak, setiap  perjumpaan akan ada perpisahan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Penyerahan foto kegiatan saat bersama di Sekolah Khusus Bina Insani Mandiri Daru Permai, diterima oleh Ibu Erma Khusnul Khotimah selaku Wakasek.

                                                            Dengan staf pengajar SDN Daru III

 
Rasa haru, senang, sedih, meninggalkan dan ditinggalkan mewarnai suasana perpisahan sebagai akhir dari kegiatan santriwati SMAIT dalam PPM 2022.(infoRJ/spn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum